Search This Blog

Kamis, 11 Juni 2009

Fatonah Sifat Dasar Para Nabi dan Rasul




-->

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S An-Nahl [16]: 125)

Ayat ini menjelaskan sifat fatonah dari para nabi dan Rasul. Terutama Rasulullah Saw yang merupakan Rahmatan lil ‘alamin. Maka dakwah ini harus disebarkan kepada seluruh manusia yang multi etnis dan mempunyai keragaman etnis, tingkahlaku dan budaya yang begitu luas. Sehingga dalam perkembangan dakwah kita dapat melihat dakwah ini mampu menyesuaikan dirinya dengan daerah yang didatanginya. Ada yang datang secara damai, tapi ada pula yang datang dengan semangat jihad dan pembebasan yang harus menggunakan pedang. Semuanya adalah cara yang baik.


Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah dakwah cultural dan dakwah structural. Dakwah cultural dakwah yang dilakukan pada masyarakat. Sedangkan dakwah struktural dakwah yang dilakukan pada level-level struktur pemerintahan di suatu Negara. Semuanya punya karakteristik tersendiri. Yang harus ada dalam pemahaman para dai adalah bahwa semua dakwah ini adalah satu gerakan yang harus selalu bersinergi. Sehingga perubahan dari atas akan dapat dilaksanakan bersamaan dengan penerimaan masayarakat di level bawahnya.
Faktor-faktor yang harus ada dalam yang harus di hindari dalam dakwah secara structural dan dan cultural in adalah :
1. Jebakan internal ketidak istiqomahan dan mulai tergoda dengan dunia
2. Jebakan eksternal adalah popularitas yang berlebihan.
Hal ini akan menyebabkan menurunnya militansi kader-kader dakwah. Internal akan terjadi keretakan dan eksternal akan menyebabkan riya dan kesombongan. Maka upaya untuk memperkuat militansi ini jangan luntur adalah dengan mememahami visi, misi dakwah ini dengan baik. Karena kalau tidak paham maka para kader dakwah hanya akan bekerja secara emosional. Pekerjaan dakwah kalau hanya berlandaskan semangat emosional tidak akan bertahan lama.
Upaya pertama dalam pemahaman dakwah yang harus dikuatkan adalah pemahaman aqidah. Setelah aqidahnya beres maka beban seberat apapun akan sanggup ia pikul. Sehingga dapat disimpulkan era dakwah saat sekarang ini adalah era spritualitas.
(Kamar kostku, Kamis, 18 Jumadil Tsani 1430 H/ 11 Juni 2009 10:04 WIB)
Posting Komentar